Islam
menganjurkan pemeluknnya untuk mentaati pemimpin yang benar-benar mengemban
amanat yang diberikan kepadanya, namun dilain sisi dianjurkan juga untuk umat
Islam melakukan amr ma’ruf nahi munkar kepada pemimpin yang lalai
terhadap amanat yang diembannya sebagai seorang pemimpin. Salah satu contohnya
yakni dengan memberikan nasihat kepada para penguasa yang cenderung tidak adil
kepada rakyatnya. Bahkan dalam HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu
Majah no. 4011, menyebutkan bahwa jihad yang paling utama ialah mengatakan
kebeneran di hadapan penguasa yang dzolim.
أَفْضَلُ
الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
“Jihad yang
paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa
yang zalim.” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no.
2174, Ibnu Majah no. 4011).
Menasehati yang
baik ialah melihat pada perkara yang Allah dan Rasul-Nya ridhoi, sesuai dengan
ajaran Islam yang Rohmatan lil alamin. Ketika penguasa keliru, maka kita
nasehati dengan cara yang baik. Menasehati di sini bukan dengan mengumbar aib
penguasa di hadapan orang banyak seperti demonstrasi besar-besaran. Dan dalam
menyampaikan nasihat dilakukan dengan cara yang baik, sopan, adil, bijak, dan
tidak ada kalimat yang mengandung unsur provokasi, sehingga menimbulkan
kekacauan diantara masyarakat. Demi menjaga kemaslahatan masyarakat dan untuk
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kita sebagai mayarakat wajib bagi kita untuk mendo’akan para pemimpin yang hadir membawa kerusakan, dan menyatukan antara yang haq dan yang bathil. Kita do’akan semoga para pemimpin yang dzolim diberi petunjuk oleh Allah swt, semoga cepat sadar akan kesalahannya, dan mendapatridhlo dari Allah swt. Dan kita sebagai umat Muslim jangan sampai mencela dan mendo’akan yang buruk atas pemimpin yang dzolim. Karena, hal ini dapat menimpulkan masalah baru yang dapat menambah kekacauan yang ada.
SYAFI’ATUL AMALAH – 04020120065
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM – A4
TUGAS HADIST DAKWAH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar