Dalam Workshop Penguatan Kompetensi Jurnalistik Media Cetak Bagi Mahasiswa Komunikasi Dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya
Forum workshop jurnalistik adalah salah satu urat nadi pengembangan islam dan di fakultas dakwah. Beliau berterima kasih kepada seluruh tim dan dosen yang terus berikhtiar untuk memperkuat kompetensi pengetahuan dan skill khususnya mahasiswa kpi.
Berbicara jurnalistik, sesungguhnya memiliki cantolan dan pijakan yangg kuat secara normative dan historis. Surat Al - Alaq merupakan pijakan bagi kita umat Islam agar menyadari bahwa allah telah memberikan seperangkat instrumen untuk mentransformasikan nilai keislaman dan kemanusiaan, ke public melalui pena. Allah memerintahkan untuk membaca.
Oleh karena itu, prodi KPI menjadi urat nadi penting di lembaga FDK untuk mengejawantahkan dan mewujudkan perintah Allah kepada kita, secara tidak langsung akan menjadi jurnalis muslim. Sumber pengetahuan tidak pernah habis untuk ditulis, apalagi tentang kebesaran Allah tentang alam beserta isinya. Satu kewajiban dan
Menjunjung tema “Proses Prosuksi Berita Dan Desain Media Cetak”, workshop tersebut dipandu oleh Fikry Zahria Emeraldien, S.I.Kom.,M.A. Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam, dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. H. Abd. Halim, M.Ag. dan juga dihadiri oleh dua pemateri yaitu Iwan Iwe selaku desainer media cetak dan content creator, Bayu Putra selaku asisten redaktur Jawa Pos. Dan juga dihadiri oleh Mahasiswa KPI UINSA.
Menurut Dekan, Dr. H. Abd. Halim, M.Ag. Berbicara jurnalistik sesungguhnya memiliki cantolan dan pijakan yangg kuat secara normative dan historis. Surat Al - Alaq merupakan pijakan bagi kita umat Islam agar menyadari bahwa allah telah memberikan seperangkat instrumen untuk mentransformasikan nilai keislaman dan kemanusiaan, ke public melalui pena.
Menurut Bayu Putra, Tugas wartawan adalah bertanya, mengklarifikasi. Bedanya terdapat pada jenis narasumber yang membawa konsekuensi cukup banyak untuk jurnalis. Tidak hanya itu jurnalis juga harus mempunyai kemampuan menulis dan juga menjaga fisik dan mental yang kuat.
Salah satu tantangan seorang jurnalis yang dijelaskan oleh Bayu Putra adalah mewawancarai banyak narasumber dalam waktu bersamaan. Tentu hal ini memerlukan konsentrasi dan kecekatan agar mendapat hasil maksimal dari banyaknya narasumber
Hal lain yang harus difikirkan seorang jurnalis adalah desain dalam media cetak. Desain halaman khususnya penting disiapkan karena agar pembaca dapat menikmati desain dan juga bisa menarik pembaca.
Dalam kesempatan workshop tersebut, Iwan Iwe menghimbau agar Mahasiswa memperbanyak praktik daripada teori terutama untuk desain. Untuk fasilitas Prodi perlu disediakan lab untuk mendesain, dan juga disediakan berbagai software. Ilmu untuk menyebarkan konten karena audien perlu mendapat konten tersebut. Mahasiswa juga perlu melakukan liputan berita dengan deadline yang ketat guna melatih kecepatan dan ketepatan. Lalu hasil berita bisa dimasukkan ke Website KPI.
NAMA : SHINTA PURNAMA SARI
NIM : 04040120114
KELAS : A4
PRODI : KPI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar